BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Perbedaan pandangan mengenani konsep akal dan wahyu yang berlangsung dalam dinamika dunia Islam. Seyogyanya tidak diartikan sebagai bentuk ketidak-konsistenan umat Islam dalam mengembangkan tradisi berpikir-spekulatif yang dinamis. Justru hal itu harus dimaknai sebagai warna-warni kebenaran yang menawarkan banyak keindahan dan keunikan.

B.       Saran
Penulis menyarankan dalam melihat suatu fenomena hendaknya kita menggunakan banyak pendekatan dan perspektif. Dengan begitu kita akan mampu berpandangan terbuka, arif dan bijaksana. Sebagaimana ungkapan pepatah yang sering dikemukakan Nurcholis Madjid, “Boleh jadi pandangan kita benar namun mungkin dalam kebenaran itu mengandung kesalahan dan boleh jadi pandangan orang lain itu salah namun mungkin dalam kesalahan itu mengandung kebenaran.” Wallahu a’lamu bishawab

DAFTAR PUSTAKA

Ensiklopedi Islam, Jakarta: Ichtiar van Hoeve, 1994, Vol 1
Ensiklopedi Islam, (Jakarta: Ichtiar van Hoeve, 1994), vol 5
Majid, Najjar, Pemahaman Islam, Bandung: PT. Remaja Rodsakarya, 1997
Nasution, Harun, Teologi Islam Dan Aliran Analisa Perbandingan, Jakarta; UI-Press, 1986.
Nasution, Harun, Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu’tazilah, Jakarta: UI-Press, 1987
Nasution, Harun, Falsafah dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1983
Yusuf Yunan, Alam Pemikiran Islam Pemikiran Kalam, Jakarta; Perkasa Jakarta 1990
http://abikholid.blogspot.com/2008/05/mulla-sadra.html
http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Konteks/FilsafatIslam3.html
Reactions:

Post a Comment

 
Top