Sumber Gambar: www.tabayyunnews.com

A.      Karakteristik Pemikiran Ibnu Sina
Katakteristik paling dasar dari pemikiran Ibnu Sina adalah pencapaian defenisi dengan metode pemisahan dan pembedaan konsep-konsep secata tegas dan keras. Hal ini memberikan kehalusan yang luar biasa terhadap pemikiran-pemikrannya. Tatanan itu sering memberikan kompleksitas skolastik yang kuat dan susunan yang sulit dalam penalaran filsafatnya, sehingga mengusik temperamen modern, tetapi dapat dipastikan, bahwa tatacara ini jugalah yang diperoleh dalam hampir seluruh doktrin asli para filosof Islam. Tata cara ini memungkinkannya untuk merumuskan bahwa pada setiap konsep yang jelas dan berbeda, harus terdapat kesesuaian distinction in re, suatu prinsip yang pada akhirnya Descartes juga menggunakannya sebagai dasar bagi tesisnya tentang dualisme akal-tubuh. Keberhasilan dan pentingnya prinsip analisis ini di dalam system Ibnu Sina, sangat menarik perhatian; ia mengemukakan secara berulang-ulang dan pada setiap kesempatan, dalam pembuktian-pembuktiannya tentang dualisme tubuh dan akal, doktrin universal, teorinya tentang esensi dan eksistensi dan sebagainya. Beberapa contoh prinsip ini adalah “bahwa apa yang disahkan dan diizinkan, dan “suatu konsep tunggal secara keseluruhan tak dapat diketahui dan tidak diketahui secara bersamaan, kecuali terhadap aspek-aspek yang berbeda.[1]


[1] Ibid, p. 102
Reactions:

Post a Comment

 
Top