Sumber Gambar: www.kaskus.co.id

Kebudayaan Islam dalam bidang seni, mula-mula masuk ke Indonesia dalam bentuk batu nisan. Di pasai masih dijumpai batu nisan makam Sultan Malik al-Saleh yang wafat tahun 1291 M. Batunya terdiri dari pualam putih diukir dengan tulisan arab yang sangat indah berisikan ayat al-Qur’an dan keterangan tentang orang yang dimakamkan serta hari dan tahun wafatnya. Makam-makam yang serupa dijumpai pula di Jawa, seperti makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik.
Bentuk makam dari abad permulaan masuknya agama Islam menjadi contoh model bagi makam Islam kemudian. Hal ini disebabkan sebelum Islam tidak ada makam. Orang Hindu dan Budha jenazahnya dibakar dan abunya dibuang ke laut, kalau dia seorang kaya abunya disimpan di dalam guci atau kalau dia raja disimpan di dalam candi.

Nisan itu, umumnya didatangkan dari Gujarat sebagai barang pesanan. Bentuknya lunas (bentuk badan kapal terbalik) yang mengesankan pengaruh Persia. Bentuk-bentuk nisan kemudian hari tidak selalu demikian. Pengaruh kebudayaan setempat sering memengaruhi, sehingga ada bentuk teratai, keris atau bentuk gunungan seperti gunungan pewayangan. Namun, kebudayaan nisan ini tidak berkembang lebih lanjut. Yang termasyhur adalah makam Malik al-Saleh di Perlak dan makam Maulana Malik Ibrahim, wali pertama di Gresik.
Reactions:

Post a Comment

 
Top