Sumber Gambar: pendidikan.galihpamungkas.com

Kegiatan dakwah adalah kemampuan da’i mengkomunikasikan pesan dakwah kepada mad’u. Komunikasi dapat dilakukan dengan lisan, tulisan, dan perbuatan. Komunikasi dapat berhasil manakala pesan dakwah itu dipahami oleh mad’u dan pesan dakwah itu mudah dipahami manakala disampaikan sesuai dengan cara berpikir dan cara merasa mad’u. Kaum intelektual lebih mudah memahami bahasa ilmiah, sedangkan orang awam lebih mudah memahami bahasa awam. Jadi, seorang da’i dituntut untuk dapat menggunakan metode yang tepat, dalam mengkomunikasikan pesan dakwahnya. Dalam bahasa Arab, kemampuan  ini disebut, quwwatul bayâni wa quwwatul lisâni, (kemampuan menjelaskan dan fasih berbicara). Pesan dakwah yang tinggi jika disampaikan secara tidak logis, atau orang yang berbicaranya gagap, maka dakwahnya tidak persuasif.  
Reactions:

Post a Comment

 
Top