Sumber Gambar: www.famousscientists.org
             
Aliran rasionalisme ini berpandangan bahwa pengetahuan bersumber pada rasio atau akal, ketika memutuskan, menyelesaikan suatu masalah. Aliran ini berpendapat di dalam rasio terdapat ide-ide dan dengan itu manusia dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas di luar rasio.
           Akal memperoleh bahan lewat indra, kemudian diolah oleh akal  menjadi pengetahuan. Rasionalisme mendasarkan metode deduksi, yaitu cara memperoleh kepastian melalui langkah-langkah metodis yang bertitik tolak dari hal-hal  yang bersifat umum untuk mendapat kesimpulan yang bersifat khusus.
Salah seorang tokoh rasianalis berpengaruh bernama Rene Descartes,  membedakan tiga ide yang ada dalam diri manusia, yaitu:
                        (a) ide-ide yang dibawa manusia sejak lahir.
                         (b) ide-ide yang berasal dari luar diri manusia.
                        (c) ide-ide yang dihasilkan oleh pikiran itu sendiri. 
Motto Descartes, adalah cogito ergo sum, artinya  saya berpikir, maka saya ada, dan de omnibus dubitandum, artinya ragukan segala  sesuatu itu. Tokoh-tokoh rasional abad modern antara lain : Rene Descartes, Nicholas Malerbrance, Spinoza, Gottfried, Wilhelm Leibnis, Christian Wolf, dan Blaise Pascal.

Aliran Kritisisme



Sumber Gambar: www.philosophers.co.uk

Aliran yang memadukan antara Rasionalisme dan Empirisme. Menurut aliran ini, baik rasionalisme atau empirisme tidak seimbang. Pengalaman manusia merupakan paduan antara sintesa unsur-unsur aspriori (terlepas dari pengalaman) dengan unsur-unsur apos teriori (berasal dari pengalaman). Tokoh kritisisme adalah Imanuel Kant
Aliran Kritisis memiliki ciri-ciri yang dapat disimpulkan dalam tiga hal: 
            (a)  menganggap objek pengenalan itu berpusat pada subjek dan bukan pada objek.
            (b)  menegaskan keterbatasan kemampuan akal manusia untuk mengetahui    
                  realitas dan  hakikat sesuatu, akal  hanya mampu menjangkau gejala dan
                  fenomenanya saja.
            (c)  pengenalan manusia terhadap sesuatu diperoleh dari perpaduan  antara
unsur akal dan pengalaman.   

Alirin Empirisme


Sumber Gambar: www.newschool.edu

Aliran empiris yang menegaskan bahwa pengalaman sebagai sumber pengetahuan.  Kaum empiris berpendirian semua pengetahuan diperoleh lewat indra. Indra memperoleh kesan-kesan dari alam nyata, untuk kemudian terkumpul dalam diri manusia, lalu menjadi pengalaman. Pengetahuan yang berupa pengalaman terdiri atas penyusunan dan pengaturan kesan-kesan yang bermacam-macam.
Istilah Empiris berasal dari kata  emperia dalam bahasa Yunani berarti pengalaman indrawi. Empiris sangat berlawanan dengan aliran Rasionalis.   

Tokoh aliran ini, Thomas Hobbes yang lahir di Inggris. Dia, mengatakan : pengalaman permulaan segala pengenalan. Kemudian, John Locke dengan teori “tabularasa” rasio manusia  harus dilihat seperti “lembaran kertas putih” dan tokoh lain George Berkeley, dan David  Hume.
Reactions:

Post a Comment

 
Top