Sumber Gambar: en.wikipedia.org

Dalam segi bahasa kata jabariyah berasal dari kata bahasa Arab yang artinya memaksa atau terpaksa atau dipaksa. Dan yang dimaksud adalah suatu golongan atau aliran atau kelompok yang berpaham bahwa semua perbuatan manusia bukan atas kehendak sendiri, namun ditentukan oleh Allah. Dalam arti bahwa setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia baik perbuatan buruk, jahat, dan baik semuanya telah ditentukan Allah bukan atas kehendak atau adanya campur tangan manusia.[1]
Berbeda dengan Qadariyah, maka Jabariyah menganut paham bahwa manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa, yang memang sejalan dengan makna kata kata jabara di atas. Dalam istilah Inggris padahm ini disebut fatalism atau predestination. Bila aliran Qadariyah dengan paham free will dan free act yang dimunculkannya sulit ditentukan awal kemunculannya, aliran Jabariyah dengan paham fatalisnya agaknya dapat dengan mudah ditelusuri.[2]
Telah disinggung di atas bahwa Jabariyah mengajarkan paham bahwa manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa. Dalam hal ini, pekerjaan hamba dinafikan secara hakikat yang kemudian disandarkan kepada Allah. Ini berarti manusia tidak mempunyai kebebasan dan kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya, tetapi terikat pada kehendak mutlak Tuhan.[3]
Bila diperjelas lebih jauh bahwa mansuia dalam pandangan Jabariyah ini tidak bedanya seperti wayang yang digerakkan oleh dalang. Manusia adalah wayang sedangkan Tuhan menjadi dalangnya. Sama dengan wayang tidak bergerak kalau tidak digerakkan oleh dalang, manusia pun tidak akan bergerak kalau tidak digerakkan oleh Tuhan.
Perlu dicatat bahwa paham seperti yang dijelaskan oleh Jahm bin Safwan di atas dikenal dalam sejarah pemikiran Islam sebagai Jabariyah yang ekstrem. Sementara itu dikenal pula paham Jabariyah yang moderat, seperti yang diajarkan oleh Husain Ibn Muhammad al-Najjar dan Dirar Ibn ‘Amr.
Menurut Najjar dan Dirar, Tuahn menciptakan perbuatan manusia, perbuatan baik maupun perbuatan jahat. Tetapi dalam melakukan perbuatan itu manusia mempunyai bagian. Daya yang diciptakan dalam diri manusia oleh Tuhan mempunyai efek sehingga manusia mampu melakukan perbuatan itu. Daya perolehan untuk mewujudkan perbuatan ini disebut dengan kasb atau acquisition.[4]
Dalam perkembangan berikutnya, sebagaimana aliran Qadariyah yang lenyap dari gelanggang sejarah tetapi beberapa ajarannya dimunculkan oleh para pemikir pembaru, aliran Jabariyah pun mengalami nasib yang sama. Paham Jabariyah, terutama moderat yang dikembangkan oleh Husain Ibn Muhammad al-Najjar serta Dirar ‘Amr, sungguhpun tidak dalam bentuk yang sama dimunculkan oleh aliran Asy’ariyah.[5]

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Hawash, Syekh Abdus Shamad Al-Palimbani: Shufi yang Syahid fi Sabilillah, Pontianak: Al-Fathona, 1982.

Abdullah, Mal An, “Abd Al-Shamad Al-Palimbani: Catatan tentang Hayat dan Karyanya” Dialog no. 1.

Abdullah Muhammad Azhari,  ‘Atbiyat al-Rahman, Makkah, 1259. H/1842. M.

-----------, Dala-il al-Khairat,  cetakan 3  ulu  Palembang, tanpa tahun.

-----------, Fadhail Membaca  Shalawat  Nabi  Muhammad SAW,  cetakan 3 Ulu Palembang, tanpa tahun.

-----------, Abdullah Muhammad Azhari,  Al-Qur'an    Al- ‘Azhîm,    3     Ulu   Palembang Kampung Demang Jayalaksana,   terbit tahun 1263.H/1848. M.

-----------, Siraj al-Huda, Makkah,  tanpa tahun.

------------, Tuhfat    Al-Murdîn,     Jami'ah  Syulahdar (Sahulatiyah,  India). Terbit tahun 1276.H/1859.M.

Abdullah, Ma’ruf, Muhammad Azhary, Badi’ Alzaman, Makkah: Al-Mayriyah Al-Kainah, 1892.

Abdullah, Sufyan Raji, Mengenal Aliran-Aliran dalam Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya, Jakarta: Pustaka al-Riyadh, 2006.

Abdullah Taufik, Islam dan Masyarakat: Pantulan Sejarah Indonesia, Jakarta: LP3ES, 1987.

Aly Salman, Biografi Singkat Ulama di Sumatera Selatan. Laporan Penelitian. Palembang: Pusat Penelitian IAIN Raden Fatah Palembang.

Ali M. Sayuthi, Metodologi Penelitian Agama: Pendekatan Teori dan Praktek, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2002.

Amin, Abd. Azim, Syekh Muhammad Azhari al-Palimbani: Ulama’ Panutan Abad Ke-19 di Nusantara, Palembang: Rafah Press, 2009.

Asmuni, Yusran, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo, 1995.

Arkoun, Mohammad, The Unthought in Contemporary Islam Thought, London: Saqi Books, 2002

Bahy, Muhammad, al-Fikhu al Islam fi Tathawwurihi, Penerjemah. Bambang Saiful, Bandung: Mizan, 1985.

Baqir, Haidar, “Antara Tasawuf Eksesif dan Tasawuf Positif”, Sufisme Kota, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, Cet. I, 2001.

--------,Manusia Modern Mendamba Allah; Renungan Tasawuf Positif, Jakarta: IIMaN dan Hikmah, Cet. I, 2002.

Baried, Baroroh, Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta : Badan Penelitian dan Publikasi ---  Fakultas (BPPF) Seksi Filologi, Fakultas Sastra UGM, 1994

Barizi Ahmad, Tradisi dan Jaringan Intelektual KYAI Ihsan Jampes, (1901-1952), Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2009.

Bilfaqih, Abu   Abdillah,    Ringkasan   Biografi   as-Syaikhaini     al-Imamaini,  Malang: tp, 1996.

Cholil Umam, Kamus Pintar Agama Islam, Bandung: Citra Umbara, 1995.

Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994, Cet. Ke-3

Edward, Mortimer, Faith and Power the Politics of Islam, Penerjemah. Enna Hadi, Bandung: Mizan, 1984.

Fakhry, Majid, a Short Introduction to Islamic Philosophy, Theology and Mysticism, England: Onewolrd Publication, 1997.

Fathurrahman, Mukhtar Yahya dan Fathurrahman, Dasar-dasar Pembinaan Hukum Islam, Bandung: al-Ma’arif, 1986.

Gottschalk, Louis, Understanding History: Primer of Historical Method. Penerjemah Nugroho Notosusanto, Jakarta: UI Press, 1986.

Hanafi, Theologi Islam (Ilmu Kalam), Jakarta: Bulan Bintang, 1979.

Harahap, Syahrin, Metodologi Studi dan Penelitian Ilmu-Ilmu Ushuluddin, Jakarta: PT RajaGrafindo, 2000.

Hartoko, Dick dan B. Rahmanto, Pemandu di Dunia Sastra. Jogjakarta : Kanisus, 1986


Hidayat, Komaruddin, “Agama dan Kegalauan Masyarakat Modern,” Kehampaan Spiritual Masyarakat Modern: Respon dan Transformasi Nilai-nilai Islam Menuju Masyarakat Madani, Jakarta: Iiman dengan Hikmah, 2002.

Idi, Abdullah Sejarah Sosial Cina dan Melayu, Bangka: Ar-Ruzz, 2006.

Ismail A. Ilyas, Paradigma Dakwah Sayyid Qutub: Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Harakah, Jakarta: Penamadani, Cet. II, 2008.

Jassar, Husain Ibn Muhammad, al-Husbun al-Hamidiyah li al-Muhafadzah ‘Ala al-‘Aqaid al-Islamiyah, Bandung: Syirkah al-Ma’arif.

Karlinger, Fred N. Foundation of Behavioral Research, New York: Holt Rinehart and Winston, Inc., 1973.

Koentjaraningrat,  Metode – Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia, 1977


Madjid, Nurcholish, Islam Doktrin Dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemoderenan, Jakarta: Paramadina, 1995.

---------,“Islam, Iman, dan Ihsan sebagai Trilogi Ajaran Ilahir”, Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah, Jakarta: Paramadina, 1995.

Martin   Van  Bruinessen , Kitab   Kuning;   Pesantren    dan   Tarekat, Cet. I Bandung:  Mizan, 1995.

Mu’ti, A. Wahib, Tasawuf dalam Islam, (Jakarta: UIA Asyafi’iyah, 2009.

Nasichah, “Dakwah Pada Masyarakat Modern; Problem Kehampaan Spiritual”, Da’wah Jurnal Kajian Dakwah, Komunikasi dan Budaya, Vol. X, No. II, Jakarta: Fakultas Dakwah UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, 2003.

Nata,  Abuddin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo, 2003.

Nazir, Moh  Metodologi Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2005, h. 419.

Nasution, Harun, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: PT Bulan Bintang, 1995 Cet ke- 9
---------, Islam Rasional Gagasan dan Pemikiran Harun Nasution, Bandung: Mizan, 1995.
----------, Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.

Pradopo, Rachmat Djoko, Pengkajian Puisi : Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik. Jogjakarta : Gajah Mada University Press, 2005


Pulungan, J. Suyuthi Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah: Ditinjau dari Pandangan al-Qur’an, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1994.

Qaradhawi, Yusuf , al-Imân wal Hayat, Penerjemah, Choiron Marzuki Jakarta: Mitra Pustaka, 2001

Rahardjo, Mudjia, Sekilas Tentang Study Tokoh Dalam Penelitian, Bandung : Tri Bhakti, 2010


Riffatere, Michael, Semiotic of Poetry. Bloomington: Indiana University Press, 1978

Santosa, puji, Ancangan Semiotika dan Pengkajian Susastra. Bandung : Angkasa, 1993.

Syahrastani, Al-Milâl wa Al-Nihl, Beirut: Dâr al-Fikr, t.th.,

Sarraj, Abu Nashr, al-Luma’ ; Lajnah Nasyr at-Turats ash-Shufi, Edisi Terjemah, Surabaya: Risalah Gusti, Cet ke- I, 2002
Shihab, Alwi, “Akhlak sebagai Sasaran Tasawuf,” Manusia Modern Mendamba Allah; Renungan Tasawuf Positif, Jakarta: IIMaN dan Hikmah, Cet. I, 2002

--------,“Islam Sufistik; “Islam Pertama” dan Pengaruhnya hingga Kini di Indonesia, Bandung: Mizan, 2001, Cet. Ke- I

Sudardi, Bani, Dasar-dasar Teori Filolog, Surakarta: Penerbit Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sebelas Maret, 2001  

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2014.

Syukur, Amin, Menggugat Tasawuf; Sufimse dan Tanggung Jawab Sosial Abad 21, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999, Cet. Ke- I.

Yamani, Ahmad Zaki, Asy-Syariatul Khalidah wa Musykilatul ‘Asri, Jakarta: Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan Yayasan Bhineka Tunggal Ika, 1978.

Yusuf, Yunan, Alam Pikiran Islam Pemikiran Kalam dari Khawarij ke Buya Hamka hingga Hasan Hanafi, Jakarta: Prenadamedia Group, 2014.

---------, Corak Pemikiran Kalam Tafsir Al-Azhar Sebuat Telaah Atas Pemikiran Hamka dalam Teologi Islam, Jakarta: Penamadani, 2004.

Zulkifli, Ulama Sumatera Selatan: Pemikiran dan Peranannya dalam Lintasan Sejarah, Palembang: Universitas Sriwijaya, 1999.




[1]Ibid., h. 55.
[2]Yunan Yusuf, Alam Pikiran Islam Pemikiran Kalam dari Khawarij ke Buya Hamka hingga Hasan Hanafi, (Jakarta: Prenadamedia, 2014), h. 65.
[3]Ibid., h. 68.
[4]Harun Nasution, Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan (Jakarta: UI Press, 1983), h. 35
[5]Yunan Yusuf, Alam Pikiran Islam Pemikiran Kalam dari Khawarij ke Buya Hamka hingga Hasan Hanafi, h. 71.
Reactions:

Post a Comment

 
Top