A.  Pendahuluan
Tantangan dakwah pada era globalisasi menuntut adanya sosok da’i profesional, memahami Islam secara komprehensif, terampil dalam menyampaikan pesan dakwah, dan memiliki kemampuan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, dalam melakukan kegiatan dakwah. Persoalan lain yang mesti diperhatikan dalam konteks dakwah di Indonesia ialah situasi kultural dan kemajemukan masyarakat. Keadaan demikian menuntut keterbukaan dan memperkenalkan Islam yang nonsektarian dan lebih dialogis dari para dai.
Oleh karenanya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang berencana menyelenggarakan jurusan baru di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, yaitu Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam.
Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, memiliki tanggungjawab menghasilkan lulusan atau sarjana yang mampu terserap oleh dunia kerja. Lebih dari itu, sarjana yang lulus dari prodi ini diharapkan memiliki integritas keislaman dan kompetensi di bidang pengembangan masyarakat Islam.


B.  Visi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam
Menghasilkan tenaga ahli yang unggul dalam pengkajian dan pengembangan masyarakat Islam.

C.      Misi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam
Adapun misi yang akan dikembangkan pada jurusan Pengembangan Masyarakat Islam adalah sebagai berikut:
  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran dalam bidang pengembangan masyarakat Islam.
  2. Meningkatkan kajian dan penelitian dalam bidang pengembangan masyarakat Islam.
  3. Meningkatkan peran serta jurusan dalam bidang pengembangan masyarakat Islam.
  4. Mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengembangan masyarakat Islam.

 BAB II
STUDI KELAYAKAN PEMBUKAAN PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

A.  Kondisi Obyektif Prodi yang sudah Dilaksanakan
1. Deskripsi objektif program studi yang sudah dilaksanakan
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, awalnya bernama Fakultas Dakwah. Keberadaan Fakultas dakwah sendiri tidak terlepas dari Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang, dimana sejak tahun 1976 Fakultas Ushuluddin telah mengembangkan jurusan yang sebelumnya hanya ada satu jurusan saja, yaitu jurusan Perbandingan Agama, ditambah satu jurusan yaitu Dakwah.[1]
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka diperlukan adanya pengembangan fakultas di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang untuk menambah berbagai disiplin ilmu sebagai pelengkap keilmuan yang berhubungan dengan agama Islam, sehubungan dengan hal tersebut menjelang tahun akademik 1995/1996 Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah membentuk program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI).[2]
            Sedangkan pada saat ini, setelah IAIN bertransformasi menjadi UIN Raden Fatah Palembang. Prodi-prodi yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi adalah sebagai berikut: Pertama, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dengan gelar S. Kom. I; Kedua, Bimbingan Konseling Islam (BKI) dengan gelar S. Kom. I; Ketiga, Jurnalistik (TIK) dengan gelar S. Sos. (Sarjana Sosial); Keempat, Sistem Informasi (SI) dengan gelar S. SI (Sarjana Sistem Informasi).
            Kemudian sebagai upaya pengembangan prodi-prodi yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Pihak Fakultas berencana membuka prodi baru. Pertama, jurusan Manajemen Dakwah Konsentrasi Haji dan Umrah; Kedua, jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Penyelenggaraan jurusan Manajemen Dakwah Konsentrasi Haji dan Umrah, serta Pengembangan Masyarakat Islam, sebagai upaya menyiapkan ilmuwan dakwah yang bermoral tinggi serta memiliki keterampilan sebagai manajer dalam pengelolaan lembaga-lembaga dakwah dan masyarakat. Selain itu, juga memiliki kemampuan mengatasi konflik-konflik sosial dan keagamaan yang terjadi di masyarakat.

2.    Kerja Sama
            Kerja Sama yang dilakukan dalam rangka mengembangkan Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Pihak-pihak yang akan diajak kerjasama di antaranya:
a.       Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI. 
b.      UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam pengembangan kurikulum, pertukaran mahasiswa dan penelitian.
c.       Kemenag Sumsel dalam Pengembangan Praktikum dan Kuliah Lapangan.
d.      Badan Amil Zakat Sumsel, Rumah Tahfidz, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Rumah Yatim, dan lembaga-lembaga lain dalam pengembangan studi dan praktikum.
e.       FORPES (Forum Perantren Sumsel), Ponpes Ar-Riyadh, Al-Ittifaqiah, Raudhatul Ulum, dalam pengembangan studi dan praktikum.
f.       Media Lokal Sumsel, Tribun Sumsel, Sripo, Sumatera Ekspres, dalam pengembangan minat menulis.



B.  Need Assessment
Beragamnya masyarakat yang akan dihadapi oleh seorang da’i, menuntut adanya upaya sungguh-sungguh untuk menciptakan konsep dakwah Islam yang relevan dengan keanekaragaman obyek dakwah di lapangan. Penyampaian pesan dakwah oleh seorang da’i haruslah dilakukan dengan cara memahami karateristik dan tipologi masyarakat yang dihadapinya. Oleh karena itu, UIN Raden Fatah Palembang khususnya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, juga bermaksud membuka jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, agar dapat melahirkan da’i-da’i yang memiliki kemampuan mengurai dan menyelesaikan masalah-masalah sosial dan keagamaan di masyarakat.















BAB III
PROYEKSI PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

A.  Sumber Daya Manusia

1.    Nama-Nama Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam




No



Nama Dosen



Tgl. Lahir

Pendidikan S1, S2, dan S3 Asal Universita

Bidang Keahliah Setiapn Jenjang Pendidikan

1.





2.





3.





4.





5.





6.






2. Tenaga Kependidikan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam


No.

Nama Tenaga Kependidikan

Tgl. Lahir

Pendidikan

Bidang Keahlian






Tenaga Administrasi






Tenaga Perpustakaan






Tenaga Laboratorium






Tenaga Taknis

Kualifikasi minimal tenaga kependidikan adalah Sarjana (S.1) sesuai bidangnya.

(Data mengenai nama dosen, kualifikasi, dan kompetensi disusun dalam format table. Sedangkan keterangan mengenai komponen dosen dan tenaga kependidikan yang meliputi: 1) ijazah terakhir; 2) SK pengangkatan sebagai dosen/ tenaga kependidikan; 3) Surat keterangan kesediaan mengajar pada program studi yang diajukan; 4) biodata, dilampirkan.
















                                                           















BAB IV
KURIKULUM PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM


A.Struktur Kurikulum (Body of Curriculum)
Struktur Kurikulum terdiri dari MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian), MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan), MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya), MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya), dan MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama). Pengelompokan mata kuliah berdasarkan unsur kompetensi, meliputi: mata kuliah kompetensi utama, pendukung, dan lainnya.
Kelompok MPK adalah kelompok bahan kajian dan mata kuliah untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, dan memiliki jiwa kebangsaan Indonesia. Kelompok MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan) adalah kelompok bahan kajian dan mata kuliah yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.  Kelompok MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekayaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
Sedangkan Kelompok MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) adalah kelompok bahan kajian dan mata kuliah yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. Kelompok MBB adalah kelompok bahan kajian dan mata kuliah yang diperlukan seseorang untuk memahami makna kehidupan dalam bermasyarakat.




1. Struktur Kurikulum Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam.
Semester I
No
Kode MK
Mata Kuliah
SKS
1
MPK
2
2
MPK
2
3
MPK
2
4
MPK
2
5
MKK
Pengantar Ilmu Sosiologi
2
6
MKK
2
7
MBB
Bimbingan Penyuluhan Sosial
2
8
MKK
2
9
MKK
2
10
MKB
Kewirausahaan Sosial
2
11
MKK
Filsafat Islam
2


Jumlah
22

Semester II
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
MPK
Tafsir al-Qur’an Dakwah
2
2
MPK
Tafsir Hadits Dakwah
2
3
MPK
Ilmu Kalam
2
4
MPK
2
5
MPK
2
6
MPK
Kesehatan Lingkungan
2
7
MPK
Sosiologi Pedesaan
2
8
MPK
Pengembangan Sumber Daya Manusia
2
9
MPK
2
10
MPK
2
11
MPK
2


Jumlah
22

Semester  III
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
MPK
2
2
MPK
2
3
MPK
Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat
2
4
MPK
Komunikasi Antarbudaya
2
5
MKK
Sosiologi Perkotaan dan Industri
2
6
MKK
2
7
MKB
Leadership dalam Pengemb. Masyarakat Islam
2
8
MKB
Kelembagaan Lokal
2
9
MKK
2
10
MKK
Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan
2


Jumlah
20

Semester IV
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
MPK
2
2
MPK
Ekologi Manusia
2
3
MPK
Kemiskinan & Pemberdayaan Masyarakat
2
4
 MKK
2
5
MKK
Analisis Permasalahan Sosial
2
6
MKK
Dasar-dasar Pembangunan Sosial
2
7
MKB
Manajemen Pengembangan Masyarakat Islam
2
8
MKB
Pengelolaan Kesejahteraan Masyarakat Islam,
2
9
MKK
Ilmu Komunikasi
2
10
MKB
2


Jumlah
20

Semester V                                                                                    
NO
KODE MK
MATA KULIAH
SKS
1
MKK
2
2
MKB
2
3
MKB
Kemiskinan & Pemberdayaan Masyarakat, 
2
4
MKB
2
5
MKB
Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat
2
6
MPK
Metode Partisipatori Rulal
2
7
MPK
Sejarah Sosial Masyarakat Islam Indonesia
2
8
MPK
Studi Pembangunan
2
9
MKK
Antropologi Budaya
2
10
MKK
Sosiologi Komunikasi Massa
2


Jumlah
20

              




Semester VI
NO
KODE MK
MATA KULIAH
SKS
1
MPK
2
2
MPK
Geografi Islam
2
3
MKK
Komunikasi Organisasi
2
4
MKB
2
5
MKB
2
6
MKK
Sistem Ekonomi Islam
2
7
MPK
Paradigma dan Teori Ilmu Sosial
2
8
MKK
Rijal Dakwah (Tokoh Dakwah)
2
9
MKB
2
10
MKB
2


Jumlah
20

Semester VII
NO
KODE
MATA KULIAH
SKS
1
MPK
2
2
MKK
Sosiologi Pedesaan
2
3
MKB
Manajemen Perkembangan Masyarakat
2
4
MKK
Sosiologi Pembangunan
2
5
MKK
Sosiologi Perkotaan
2
7
MKB
Peta Sosial Ekonomi Umat Islam
2
8
MKK
Ekologi/Ilmu Lingkungan
2
9
MPB
Pengembangan Kelembagaan Lokal
2


Jumlah
18

Semester VIII
No.
Kode MK
Mata Kuliah
SKS
1.
MBB
KKN
4
2.
MKB
Skripsi
6


Jumlah
10

Total Beban Studi: 150
Pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan.






B.  Rumusan Kompetensi Lulusan yang Jelas
   Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam membekali mahasiswa untuk mendapatkan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan, yaitu:
1.      Memiliki kemampuan memahami persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan yang mengakibatkan timbulnya ketidak adilan sosial berdasarkan ajaran Islam.
2.      Memiliki sikap perduli dan berpihak pada kelompok masyarakat yang tidak diuntungkan.
3.      Memiliki pemahaman dan ketrampilan melakukan pendampingan melalui peran fasilitator dan katalisator agar komunitas memiliki kemampuan memobilisasi asset yang mereka punyai secara keberlanjutan dalam rangka menyelesaikan persoalan yang ada.
4.      Mempunyai kemampuan dan pengalaman dibidang kewirausahaan dan ivent organizer.
5.      Mempunyai ketrampilan tambahan di bidang manajamen lingkungan dan bencana.

C.  Distribusi Mata Kuliah
Kualitas kompetensi yang tinggi perlu mempertimbangkan keselarasan dengan metode, strategi, dan teknik pembelajaran. Untuk mencapainya perlu menekankan proses pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa (student centered), dengan belajar aktif (active learning), dan kolaboratif (collaborative learning). Setiap mata kuliah diupayakan menyentuh aspek kognitif, afektif, normatif, dan psikomotorik (tingkah laku).
Dosen dalam mengajar harus mampu berlaku sebagai fasilitator yang mengarahkan mahasiswa untuk mengakses sumber-sumber belajar yang diperlukan baik berupa narasumber, perpustakaan, internet, jurnal ilmiah, dan masyarakat umum.
Sejak awal semester dosen dapat menunjukkan Outline mata kuliah kepada mahasiswa sebagai bukti kesiapannya. Outline satuan mata kuliah untuk satu semester mencakup.
  1. Deskripsi tentang dosen mata kuliah yang bersangkutan meliputi alamat, tugas, jam konsultasi dan bagaimana cara berkonsultasi.
  2. Deskripsi umum tentang karakter mata kuliah mencakup nomor kode mata kuliah, status mata kuliah, ruang kuliah, jam kuliah, jam sks, dan mata kuliah wajib/pilihan.
  3. Deskripsi tentang arti penting mata kuliah.
  4. Materi pembelajaran dapat berupa narasi, gambar.
  5. Referensi
  6. Alokasi Waktu
  7. Strategi pembelajaran yang dipakai
  8. Evaluasi Mata Kuliah
Penilaian merupakan proses untuk menentukan pencapaian kompetensi mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara terpadu untuk mengungkapkan seluruh aspek kemampuan mahasiswa baik aspek kognitif, afektif, normatif, dan psiko motorik.

D.  Kelengkapan Silabus
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian. Silabus yang dikembangkan di Jurusan Manajemen Dakwah Konsentrasi Haji dan Umroh mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Standar Kompetensi
Standar Kompetensi merupakan integrasi pengetahuan, ketrampilan, sikap, nilai dan tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai mahasiswa dalam mempelajari suatu mata kuliah. Standar kompetensi ini berfungsi untuk mengarahkan dosen dan mahasiswa mengenai target yang akan dicapai.
  1. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan pernyataan tentang pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah mahasiswa menyelesaikan satu aspek dari standar kompetensi. Kompetensi dasar merupakan rincian dari standar kompetensi sehingga setiap standar kompetensi memiliki beberapa dasar.
  1. Alokasi Waktu
  2. Sumber Belajar
Sumber belajar merupakan segala hal yang berfungsi sebagai acuan dalam proses pembelajaran mahasiswa baik berupa orang, bahan cetak, elektronik, tempat maupun peristiwa.
  1. Penilaian
Penilaian dapat dilakukan dengan pengumpulan hasil-hasil karya mahasiswa, sikap mahasiswa, penampilan, dan tes baik lisan maupun tulisan.
  1. Integrasi Interkoneksi
Integrasi interkoneksi, merupakan paradigma keilmuan UIN yang perlu diimplementasikan dalam kurikulum, silabus, dan proses pembelajaran.








BAB V
SARANA DAN PRASANARA


A.  Sarana Akademik Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam

No

Nama Sarana Akademik Umum

Jumlah

Keterangan

1.

Ruang Perkuliahan



2.

Perpustakaan



3.

Ruang Administrasi



4.

Ruang Dosen



5.

Laboratorium



6.

Tempat Ibadah, Olah Raga, dll.



B.  Proyeksi Pendanaan
Rencana anggaran dan pendapatan prodi (RAB-PT) berasal dari biaya pendaftaran Rp. 250.000,- dan biaya perkuliahan Rp. 600.000,-/semester




BAB VI
PROYEKSI POTENSI DAN PELUANG KERJA


Adapun peluang kerja Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam di antaranya:  
1.      Ilmuan dakwah (dosen, peneliti, analisis sosial);
2.      Pekerjaan pada instansi pemerintah yang melaksanakan pembangunan dengan menggunakan pendekatan community development dan manajemen partisipasif (Depsos, Depnaker, Deptan, BKKBN, Kependudukan, Pariwisata, Diknas, Depag, Depdagri, dll).
3.      Tenaga profesional dalam pengembangan masyarakat sebagai konsultan, staf ahli, atau pendamping pembangunan;
4.      Tenaga LSM bidang community development;
5.      Perencanaan dan tenaga lapangan perbaikan lingkungan permukiman kota-kota dan perkampungan;
6.      Tenaga pemberdayaan ekonomi umat;
7.      Pengembang sumberdaya manusia, sumberdaya ekonomi dan sumberdaya lingkungan pada berbagai lembaga industri, lembaga ekonomi, lembaga politik, perusahaan/ korporasi, resor wisata, dan pusat-pusat publik lain.




[1]J. Suyuthi Pulungan dkk, Buku Pedoman Akademik Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah Palembang, (Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2001), h. 193.
[2]Kusnadi, dkk, Buku Panduan Akademik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Tahun 2013-2016, (Palembang: UIN Raden Fatah Palembang Press, 2013), h. 1.
Reactions:

Post a Comment

 
Top